
PARIGI MOUTONG,KALAMMEDIA.NET – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menegaskan bahwa kebijakan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan.
Pernyataan itu disampaikan Erwin saat melantik 132 kepala sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Jumat (2/1/2026).
Menurut Erwin, rotasi kepala sekolah bukan bentuk hukuman, melainkan bagian dari manajemen talenta untuk memastikan pemerataan layanan pendidikan hingga ke wilayah terpencil.
“Kalau semua ingin ditempatkan dekat rumah dan di jalur yang bagus, lalu siapa yang akan mengisi sekolah-sekolah di daerah terpencil?” ujar Erwin.
Ia menegaskan, pemerintah daerah ingin mendorong kepala sekolah memiliki semangat pengabdian di wilayah terpencil.
“Kami ingin ke depan justru kepala sekolah berlomba-lomba untuk bertugas di daerah terpencil, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Erwin menjelaskan, jabatan kepala sekolah bersifat sementara dan akan dievaluasi secara objektif melalui sistem manajemen talenta. Penilaian tersebut tidak hanya berasal dari atasan, tetapi juga mempertimbangkan masukan masyarakat sebagai penerima layanan pendidikan.
“Jika masyarakat menilai kinerjanya tidak baik, itu akan menjadi bahan pertimbangan untuk dilakukan pergantian,” jelasnya.
Selain itu, ia menyebut rotasi juga dilakukan terhadap kepala sekolah yang telah terlalu lama menjabat di satu tempat, bahkan hingga tujuh sampai sepuluh tahun. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya penyegaran organisasi sekaligus menjaga iklim kerja yang sehat.
Menurut Erwin, penugasan di daerah terpencil memiliki nilai pengabdian dan ibadah yang tinggi serta menjadi bagian dari tanggung jawab moral aparatur negara.






