Daerah  

Tinjau Sekolah Rusak di Bainaa Barat, Bupati Erwin Burase Instruksikan Rehab Total

Avatar
Bupati, Erwin Burase foto bersama guru dan siswa SD Terpencil Bainaa.Foto : IST.

PARIGI MOUTONG,KALAMMEDIA.NET — Kamis (30/4) menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong. Untuk pertama kalinya sejak Kabupaten Parigi Moutong berdiri pada 2002, seorang kepala daerah mengunjungi langsung wilayah terpencil tersebut.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kondisi fasilitas pendidikan dan infrastruktur yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian.

Dalam kunjungan itu, Erwin pertama kali meninjau SD Terpencil Bainaa Barat. Kondisi sekolah tersebut memprihatinkan. Bangunan sekolah hanya memiliki dua ruang kelas untuk sekitar 70 siswa. Dinding dan lantai sekolah juga masih menggunakan papan kayu yang sudah lapuk.

Melihat kondisi tersebut, Erwin langsung menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar segera melakukan penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Beberapa langkah yang diminta antara lain rehabilitasi ruang sekolah dengan mengganti dinding dan lantai yang rusak, pengadaan meja dan kursi baru, pemasangan instalasi listrik, hingga penyediaan jaringan internet di lingkungan sekolah.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memperbaiki akses jalan menuju sekolah.

Usai meninjau sekolah, Erwin melanjutkan kunjungan ke lokasi pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Dusun II dan Dusun III. Jembatan yang dibangun oleh TNI tersebut saat ini telah mencapai progres sekitar 20 persen.

Keberadaan jembatan itu dinilai penting karena selama ini para siswa harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah dengan risiko keselamatan yang tinggi.

Tak hanya itu, Erwin juga meninjau kondisi abrasi sungai yang mengancam permukiman warga. Sedikitnya 10 kepala keluarga terancam kehilangan rumah akibat terkikis arus sungai.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Erwin menginstruksikan pembangunan bronjong sebagai penahan arus sungai guna mencegah abrasi semakin meluas.

“Saya sangat prihatin melihat anak-anak kita belajar di ruang kelas yang dinding dan lantainya sudah lapuk. Pendidikan adalah hak setiap anak Parigi Moutong, tidak boleh ada perbedaan fasilitas antara kota dan desa terpencil.

Saya sudah instruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta OPD terkait untuk segera melakukan rehab total, memasang listrik, dan internet di sekolah ini. Mengenai infrastruktur, Jembatan Garuda dan perbaikan jembatan dekat kantor desa harus dikebut. Kita ingin memastikan tidak ada lagi anak sekolah yang harus menyeberang sungai dengan risiko tinggi. Pemerintah hadir untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tegas H. Erwin Burase.

Kunjungan tersebut disambut haru oleh masyarakat setempat. Kepala desa dan tokoh masyarakat mengaku bersyukur karena selama 24 tahun Kabupaten Parigi Moutong berdiri, baru kali ini ada bupati yang datang langsung melihat kondisi warga di wilayah terpencil.

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut antara lain Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sunarti, Camat Tinombo Muamar, Kepala Desa Bainaa Barat, serta sejumlah pejabat OPD terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *