Daerah  

Dinas Ketahanan Pangan Parimo Dampingi Petani Jagung hingga Panen

Avatar
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Sofiana.(Foto : Timmediapartner).

PARIGI MOUTONG, KALAMMEDIA.NET — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyiapkan pendampingan kelompok tani jagung hingga masa panen pada 2027. Program ini mencakup penyediaan bibit dan pupuk serta pemantauan hasil produksi untuk mengetahui produktivitas lahan dan potensi pendapatan petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Sofiana, mengatakan pendampingan tersebut direncanakan menyasar kelompok tani yang memiliki lahan sekitar lima hektare.

“Kami tidak hanya memberikan bibit, tetapi juga mendampingi sampai panen. Dengan begitu, kami bisa mengetahui berapa hasil produksi dan pendapatan petani dalam satu kali masa tanam,” jelas Sofiana saat ditemui di kantornya, Rabu (14/10/2026).

Menurut Sofiana, masa tanam jagung yang diperkirakan berlangsung sekitar empat bulan menjadi dasar untuk memantau hasil produksi dan menghitung potensi pendapatan petani dalam satu kali masa tanam.

Ia mencontohkan pendampingan yang telah dilakukan di wilayah Lobu sebagai salah satu upaya mendorong produktivitas kelompok tani.

Selain bibit dan pupuk, Dinas Ketahanan Pangan Parimo juga mempertimbangkan dukungan alat pertanian, seperti kultivator dan alat tanam, untuk meningkatkan efisiensi kerja petani. Namun, penyediaan alat tersebut bergantung pada ketersediaan anggaran.

Sofiana mengatakan peningkatan produksi perlu diikuti dengan perbaikan kualitas hasil pertanian. Karena itu, penyediaan lantai jemur juga menjadi perhatian, khususnya untuk meningkatkan kualitas gabah sebelum diolah menjadi beras.

Menurutnya, kualitas hasil pertanian yang baik diperlukan agar produk daerah mampu memenuhi standar pasar dan memiliki peluang pemasaran yang lebih luas.

Pendampingan petani jagung ini menjadi salah satu rencana Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong untuk memperkuat ketahanan pangan pada 2027.

Melalui pemantauan sejak masa tanam hingga panen, dinas berharap hasil produksi dan potensi pendapatan petani dapat diketahui secara lebih terukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *