
MOROWALI,KALAMMEDIA.NET – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menghadiri tahlilan 40 hari wafatnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Morowali, Almarhum Muhammad Sadak Qusain Zainal Abidin, di Kelurahan Mendui, Kecamatan Bungku Tengah, Selasa malam (13/5/2025).
Kehadiran Erwin Burase menjadi bentuk penghormatan sekaligus solidaritas antarpemimpin daerah di Sulawesi Tengah terhadap almarhum yang dikenal sebagai sosok berdedikasi bagi masyarakat Morowali.
Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian zikir, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta lantunan kalimat tayyibah yang dipanjatkan untuk mendoakan almarhum.
Tahlilan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid bersama Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah H. Sarifudin Hafid, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, serta Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf.
Di sela kegiatan, Erwin Burase menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Muhammad Sadak Qusain Zainal Abidin. Ia menilai kehadiran para tokoh dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa almarhum merupakan sosok yang dicintai semasa hidupnya.
“Kami hadir dengan hati yang tulus dan langkah yang diringankan semata-mata untuk mendoakan saudara kami, Almarhum Muhammad Sadak Qusain. Semoga setiap butir tasbih dan ayat suci yang kita lantunkan malam ini menjadi cahaya penyuluh di alam kubur beliau, serta menjadi wasilah agar Allah SWT menempatkan almarhum di tempat yang paling mulia di sisi-Nya,” ujar Erwin Burase.
Ia juga mengatakan hubungan baik antara Kabupaten Parigi Moutong dan Morowali selama ini terjalin erat, melampaui batas administratif antardaerah.
“Kehilangan seorang tokoh muda yang berdedikasi seperti beliau adalah kehilangan bagi kita semua di Sulawesi Tengah. Mari kita teladani semangat pengabdian almarhum untuk masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf yang mewakili keluarga almarhum menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan doa tulus Bapak/Ibu sekalian. Inilah tradisi kami di Morowali, merajut kebersamaan dalam doa. Kami juga memohon maaf jika dalam penyambutan ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” ucap Iksan.
Peringatan 40 hari wafatnya Muhammad Sadak Qusain Zainal Abidin menjadi momentum refleksi bagi para pejabat dan masyarakat yang hadir untuk menjaga silaturahmi serta melanjutkan semangat pengabdian almarhum semasa hidupnya.






