SYL Bantah Perjalanan Ke Brazil dan AS Kepentingan Pribadi

Kalam Media

Kalammedia.net, INews – Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) membantah tuduhan perjalannya ke Brasil hingga Amerika Serikat untuk kepentingan pribadi.

Dia bahkan menyeret nama presiden Joko Widodo (Jokowi) dan menyebut perjalanannya dalam rangka tugas negara.

Pernyataan itu disampaikan SYL usai diberi kesempatan majelis hakim usai mendengarkan keterangan saksi dalam dalam sidang lanjutan perkara gratifikasi dan pemerasan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PengadilanNegeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2024).

“Pertama, perjalanan ke Brasil itu jauh banget 34 jam. Kalian tahu tidak isinya apa, yang perintah itu kan negara, presiden. Di sana ada tidak persoalan dalam negeri yang tidak baik-baik? Antara lain, tempe tahu lagi naik,” ujar SYL tampak kesal.

Kedua, SYL menyinggung soal El Nino dan dampaknya terhadap kelangkaan daging serta terganggungnya suplai dari Australia. Sehingga, perjalanannya itu dalam rangka menyelesaikan persoalan stok daging dalam negeri.

“Yang kedua, ada tidak persialan dengan daging naik, karena ada El Nino, sehingga suplai dari Australia berkurang, Bapak. Karena terbakar di sana, kita bersoal 280 juta orang tanggung jawab saya. Saya dipaksa oleh presiden untuk berangkat dalam ratas,” imbuhnya.

“Nah, sekarang ini masalah anggaran dinas atau bukan? sementara anggaran dinas kita turun, dari Rp24 triliun menjadi Rp14 triliun. Saya mau tanya kalian satu, adakah perintah saya kumpul-kumpul uang atas nama itu, ada tidak? Pernah tidak saya dalam pertemuan ancam orang kalau tidak ikuti saya, saya pecat,” ucapnya tampak jengkel.

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan (Dirjen PSP) Hermanto menyebut direjennya dibebani iuran sebesar Rp600 juta dalam perjalanan SYL ke Brasil dan Rp200 juta saat ke AS.

Selain Hermanto, tiga saksi yang dihadirkan dalam sidang yakni Direktur Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Gunawan, Kasubag Tata Usaha dan Rumah Kementan Lukman Irwanto, serta Bendahara Pengeluaran Direktorat Jenderal Prasarana Sarana Pertanian (Ditjen PSP).

Sumber : iNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *