Sekolah Rakyat Parimo Disiapkan untuk 3.000 Orang, Lahan 9,5 Hektare Dibutuhkan

Avatar
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, Safaat Pampi.(Foto : IST)

PARIGI MOUTONG, KALAMMEDIA.NET – Sekolah Rakyat di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, direncanakan menampung lebih dari 3.000 orang dengan kebutuhan lahan sekitar 9,5 hektare. Saat ini, persiapan pembangunan masih berfokus pada penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL).

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, Safaat Pampi, mengatakan kapasitas Sekolah Rakyat mengalami perubahan berdasarkan hasil kajian terbaru. Sebelumnya, sekolah tersebut diproyeksikan menampung lebih dari 1.000 orang.

“Sekarang kapasitasnya direncanakan meningkat menjadi lebih dari 3.000 orang,” kata Safaat saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2026).

Dengan kapasitas tersebut, kebutuhan lahan diperkirakan mencapai 9,5 hektare. Lahan itu direncanakan untuk pembangunan gedung pendidikan dan fasilitas penunjang, termasuk sarana olahraga.

Safaat menjelaskan, Sekolah Rakyat akan menerapkan konsep boarding school atau sekolah berasrama. Siswa nantinya tidak hanya mengikuti kegiatan belajar mengajar, tetapi juga tinggal di lingkungan sekolah dengan kebutuhan yang ditanggung pemerintah.

“Sekolah Rakyat ini seperti boarding school. Siswa bersekolah dan tinggal di dalamnya, dengan seluruh kebutuhan mereka ditanggung oleh pemerintah,” ujarnya.

Saat ini, Dinas Sosial Parigi Moutong tengah menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) sebagai dasar penyusunan dokumen AMDAL. Proses tersebut dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan akademisi Universitas Tadulako (Untad).

Safaat mengatakan penyusunan dokumen AMDAL direncanakan berlangsung dalam dua tahap, yakni akhir 2026 dan awal 2027. Diskusi publik juga direncanakan dalam beberapa minggu ke depan sebagai bagian dari proses penyusunan dokumen lingkungan.

“Dalam beberapa minggu ke depan akan dilakukan diskusi publik,” katanya.

Ia menambahkan, lokasi pembangunan telah dibersihkan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan satuan kerja terkait di Palu mengenai perkembangan program tersebut.

Meski persiapan lokasi telah dilakukan, pembangunan Sekolah Rakyat masih menunggu penyelesaian tahapan dokumen lingkungan dan persyaratan teknis lainnya.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melanjutkan persiapan tersebut agar rencana pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *