Daerah  

3 Bulan Jelang Porprov Morowali, KONI Parimo Seleksi Cabor Prioritas

Avatar
Ketua Koni Kabupaten Parigi Moutong, Faisan Badja.(Foto : Tim media Partner).

Parigi Moutong, KALAMMEDIA.NET — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah 2026 di Kabupaten Morowali.

Dengan waktu persiapan sekitar tiga bulan, KONI tidak akan memberangkatkan seluruh cabang olahraga (cabor) dan atlet. Seleksi dilakukan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Tim Sembilan.

Ketua KONI Parigi Moutong, Faisan Badja, mengatakan hasil pendataan dan evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan cabor serta atlet yang diprioritaskan mengikuti Porprov.

Setelah evaluasi rampung, pembinaan dan persiapan atlet akan dikembalikan kepada masing-masing cabor.

KONI kemudian menentukan langkah lanjutan menjelang keberangkatan kontingen.

“Setelah ada hasil dari Tim Sembilan, kita kembali ke cabor masing-masing. Setelah itu baru mungkin ada persiapan TCR atau apa untuk menghadapi Porprov,” ujar Faisan saat diwawancarai awak media (28/08/2026).

Menurutnya, Porprov di Morowali diperkirakan berlangsung sekitar 10 hari. Kondisi tersebut membuat kesiapan atlet menjadi salah satu pertimbangan utama, terlebih KONI harus menyesuaikan persiapan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Faisan menyebut Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah mengalokasikan anggaran persiapan Porprov melalui anggaran murni. Namun, jumlah tersebut belum sepenuhnya memenuhi harapan seluruh cabor.

“Walaupun tidak seperti yang teman-teman dari cabor harapkan, tetapi tentunya kami selektif untuk membawa atlet,” katanya.

Waktu sekitar tiga bulan yang tersisa akan dimanfaatkan untuk mematangkan hasil evaluasi. Hingga kini, KONI belum menetapkan secara final cabor yang masuk dalam daftar prioritas.

Laporan awal hasil monitoring dan evaluasi (monev) Tim Sembilan sebenarnya telah tersedia. Namun, laporan tersebut masih perlu dikaji dan dikoreksi untuk memastikan cabor yang dipilih benar-benar siap menghadapi pertandingan.

“Laporan kasarnya ada di Monev, tapi saya bilang perlu lebih dikoreksi lagi. Betul-betul cabor yang (siap), karena masih ada tiga bulan waktu,” ujarnya.

Keputusan akhir mengenai cabor dan atlet yang diberangkatkan akan diambil setelah proses evaluasi Tim Sembilan rampung.

Meski belum menetapkan daftar final, Faisan menyebut sejumlah cabor yang selama ini dinilai memiliki potensi prestasi. Salah satunya atletik yang disebut telah beberapa kali mengirimkan atlet ke tingkat nasional.

“Atletik yang paling utama. Sudah sering ke kancah nasional,” katanya.

Selain atletik, taekwondo juga menjadi perhatian KONI. Sejumlah atlet asal Parigi Moutong dari cabang tersebut saat ini menempuh pendidikan di Makassar dan telah mengikuti berbagai ajang besar.

Bola voli juga masuk dalam pemetaan. Persiapan tim terus berjalan, sementara Faisan juga menjabat sebagai ketua cabor tersebut.

“Jadi ada beberapa cabor prioritas. Nanti kita lihat hasil Monev Tim Sembilan,” ujarnya.

Tim Sembilan yang diketuai Mewardi masih akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kesiapan masing-masing cabor sebelum komposisi akhir kontingen ditetapkan.

Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, KONI Parigi Moutong memilih memusatkan perhatian pada cabor dan atlet yang dinilai siap serta memiliki peluang memberikan prestasi pada Porprov Sulawesi Tengah 2026 di Morowali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *