
PARIGI MOUTONG, Kalammedia.net – Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Alfres Masboy Tonggiroh, menyoroti masih terbatasnya ketersediaan buku bacaan di perpustakaan sekolah. Ia menilai, siswa membutuhkan lebih banyak bahan bacaan umum untuk memperluas wawasan, tidak hanya buku yang berkaitan dengan pelajaran di sekolah.
Hal tersebut disampaikan Alfres saat menjadi pembicara dalam kegiatan Gelar Wicara Festival Literasi 2026 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kabupaten Parigi Moutong di Gedung Perpustakaan, Jumat (30/10/2026).
Menurut Alfres, ketersediaan buku di perpustakaan sekolah perlu mendapat perhatian serius. Sebab, terdapat siswa yang memiliki minat baca tinggi, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh koleksi buku yang memadai.
Ia mengatakan, perpustakaan sekolah seharusnya tidak hanya menyediakan buku pelajaran, tetapi juga berbagai jenis bacaan yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan siswa.
“Jangan hanya buku pelajaran yang disediakan. Buku-buku literasi juga harus diperhatikan agar pengetahuan umum anak-anak kita tidak minim,” ujarnya.
Selain pengadaan koleksi buku, Alfres juga menekankan pentingnya tenaga pengelola perpustakaan yang memiliki kompetensi khusus. Menurutnya, keberadaan pengelola yang memahami bidang perpustakaan dapat mendukung pelayanan dan pengembangan budaya membaca di lingkungan sekolah.
Alfres menilai, kebiasaan membaca merupakan salah satu cara bagi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan lebih luas di luar materi pembelajaran formal.
Karena itu, Ia berharap persoalan ketersediaan buku bacaan di sekolah dapat menjadi pembahasan bersama pemerintah daerah.
Ia juga mendorong agar pengadaan buku literasi di sekolah menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Parigi Moutong.
“Kita berharap pada 2027 ada langkah nyata untuk menggenjot indeks pembangunan literasi masyarakat. Salah satunya melalui pengadaan buku-buku literasi di sekolah,” harapnya.






