
PARIGI MOUTONG, KALAMMEDIA.NET – Lomba domino menjadi cara unik yang dipilih Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi Partai Hanura, Yushar, untuk mendekatkan diri dengan masyarakat saat menggelar reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) I, Jumat (7/8/2026).
Melalui kegiatan yang dikemas santai dan penuh keakraban tersebut, Yushar memanfaatkan momen kebersamaan dengan warga untuk menyerap berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan pembangunan hingga persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan mereka.
Konsep tersebut membuat suasana lebih santai sehingga warga leluasa menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari penanganan pohon trembesi, perbaikan jalan pesisir Bantaya–Kampal, penerangan jalan umum, hingga persoalan banjir.
Reses yang dikemas dengan nuansa kebersamaan itu tidak hanya diikuti warga dari Parigi, tetapi juga peserta dari sejumlah wilayah lain, seperti Toboli, Pelawa, dan Tindaki. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berdialog secara langsung dengan wakil rakyat mengenai berbagai persoalan yang dihadapi.
Yushar mengatakan, konsep tersebut sengaja dipilih agar masyarakat lebih nyaman menyampaikan aspirasi dibandingkan dalam forum yang bersifat formal.
“Tujuan utamanya adalah mempererat silaturahmi sekaligus mendengar langsung aspirasi masyarakat. Kebetulan saya terpilih sebagai anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, sehingga sudah menjadi kewajiban saya turun langsung melihat kondisi di lapangan serta mendengar keluhan dan kebutuhan warga,” ujar Yushar, yang akrab disapa Ago oleh masyarakat Parigi.
Dalam dialog bersama warga, persoalan infrastruktur menjadi isu yang paling banyak disampaikan. Masyarakat meminta percepatan penanganan pohon trembesi yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat cuaca buruk.
Selain itu, warga juga mengusulkan perbaikan ruas jalan di kawasan pesisir, khususnya jalur Bantaya–Kampal, yang dinilai membutuhkan perhatian agar lebih aman dan nyaman dilalui.
Aspirasi lainnya meliputi penambahan penerangan jalan umum serta penanganan banjir yang hingga kini masih menjadi persoalan di sejumlah titik.
“Keluhan warga yang paling banyak disampaikan adalah penanganan pohon trembesi, perbaikan jalan di kawasan pesisir Bantaya–Kampal, penerangan jalan umum, hingga persoalan banjir yang sampai sekarang masih perlu mendapat perhatian serius,” jelasnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Yushar memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada di DPRD.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat tetap harus menjadi perhatian meski pemerintah daerah sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
“Insya Allah seluruh aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan. Memang saat ini ada efisiensi anggaran, tetapi kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas untuk kami sampaikan kepada pemerintah daerah,” katanya.
Ia menilai penataan Kota Parigi perlu menjadi perhatian karena merupakan wajah Kabupaten Parigi Moutong. Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas publik harus dilakukan secara bertahap agar memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Kota adalah wajah daerah. Karena itu, apa pun yang menjadi kebutuhan masyarakat akan terus kami dorong agar dapat ditindaklanjuti pemerintah, mulai dari penebangan pohon yang berisiko, pemasangan lampu penerangan jalan, perbaikan ruas jalan di dalam kota, hingga penanganan banjir yang selama ini belum terselesaikan secara optimal,” tutupnya.






