
SINIU, KALAMMEDIA.NET – Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Mustakim Kono, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 di Pantai Siniu, Desa Siniu, Kecamatan Siniu, Selasa malam (4/8/2026). Berbagai usulan yang mengemuka didominasi persoalan infrastruktur, mitigasi bencana, dan sektor pertanian.
Kegiatan reses dihadiri Kepala Desa Siniu beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, perwakilan kelompok tani, bidan desa, hingga kader Posyandu.
Dalam sambutannya, Mustakim Kono menjelaskan bahwa reses merupakan forum resmi bagi anggota DPRD untuk menghimpun aspirasi masyarakat yang selanjutnya akan diperjuangkan melalui proses perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar apabila masih terdapat usulan pada periode sebelumnya yang belum dapat direalisasikan karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
“Reses ini adalah jembatan resmi untuk menyatukan visi pembangunan kita. Saya sangat mengharapkan bapak dan ibu sekalian tidak berkecil hati jika ada usulan yang belum terakomodir. Mari kita tetap bergandengan tangan, bersinergi dengan pemerintah desa dan daerah, karena membangun Kecamatan Siniu yang maju membutuhkan kebersamaan dan komitmen kita semua,” ujar Mustakim Kono.
Sebelum sesi dialog dimulai, peserta reses mengisi lembar aspirasi sebagai bagian dari pendokumentasian usulan masyarakat oleh DPRD.Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai mendesak.
Aspirasi yang paling banyak disampaikan berkaitan dengan penanganan lingkungan hidup dan mitigasi bencana, terutama usulan normalisasi Sungai Uwemoliko yang melintasi Dusun I, Dusun II, dan Dusun III sepanjang kurang lebih satu kilometer.
Menurut warga, normalisasi sungai diperlukan untuk mengurangi risiko banjir yang kerap mengancam permukiman.Selain itu, masyarakat mengusulkan penimbunan lapangan sepak bola desa, penyediaan material untuk pembangunan jalan kantong produksi, serta pengaspalan jalan lingkungan yang menghubungkan antar dusun guna meningkatkan aksesibilitas dan memperlancar aktivitas masyarakat.
Di sektor pertanian, kelompok tani mengusulkan bantuan bibit durian varietas Bawor. Usulan tersebut berasal dari kelompok tani yang beranggotakan 26 orang dengan rencana pengembangan lahan seluas satu hektare untuk setiap anggota sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Mustakim Kono menegaskan seluruh usulan masyarakat akan dihimpun dan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD. Sebagai Ketua Fraksi Golkar sekaligus Anggota Komisi III yang membidangi infrastruktur, ia menyatakan akan mengawal usulan normalisasi Sungai Uwemoliko agar menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Selain itu, ia juga akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mendorong realisasi bantuan bibit durian varietas Bawor melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kemampuan keuangan daerah.
Kegiatan reses berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi bagian dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD sebagai bahan dalam penyusunan program dan penganggaran pembangunan Kabupaten Parigi Moutong yang lebih aspiratif, merata, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.






