Daerah  

Empat Tahun Berhenti, Pemkab Parimo Siapkan SIKIM Kelapa Terpadu Kembali Beroperasi

Avatar

PARIGI MOUTONG, KALAMMEDIA.NET – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong mulai mematangkan rencana kerja sama pengelolaan Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Kelapa Terpadu di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, bersama PT Berkah Maju Global.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Parigi Moutong menghidupkan kembali kawasan industri yang telah berhenti beroperasi selama kurang lebih empat tahun.

Rencana kerja sama itu dibahas dalam audiensi antara Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, dan perwakilan PT Berkah Maju Global di Ruang Rapat Bupati, Senin (6/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Irwan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Fit Dewana, Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Moko Ariyanto, serta Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dadan Priatna Jaya.

Bupati Erwin Burase menegaskan, kerja sama yang akan dibangun harus mengedepankan prinsip saling menguntungkan, memberikan kepastian bagi investor, sekaligus menghasilkan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

“Prinsip yang kita cari adalah kesepakatan bersama, jangan sampai ada pihak yang dirugikan. Sebaiknya semua pihak mendapatkan keuntungan. Selama aset SIKIM dapat dikelola kembali, kami sangat mendukung,” ujarnya.

Menurut Bupati, kondisi aset SIKIM perlu diverifikasi melalui peninjauan lapangan. Berdasarkan informasi awal, sebagian besar peralatan produksi sudah tidak tersedia dan hanya menyisakan sejumlah bangunan.

Sementara itu, proses hukum yang masih berkaitan dengan aset tersebut tetap berjalan dan tidak menjadi bagian dari pembahasan kerja sama.

Untuk itu, Bupati meminta tim teknis segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kawasan. Pemeriksaan meliputi bangunan, jaringan listrik, sumber air, sistem drainase, sanitasi, hingga pengelolaan limbah sebagai dasar penyusunan perjanjian kerja sama.

Ia juga mengingatkan agar skema kerja sama, termasuk mekanisme bagi hasil, disusun secara proporsional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, nilai kerja sama tidak boleh memberatkan investor yang akan menanggung biaya pembelian peralatan, rehabilitasi, hingga pembangunan kembali fasilitas. Namun, kerja sama tersebut tetap harus memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah.

“Jangan terlalu rendah dan jangan terlalu tinggi, berada di tengah-tengah dan sesuai aturan,” tegasnya.

Selain aspek investasi, Bupati menekankan pentingnya dampak ekonomi bagi masyarakat. Ia meminta PT Berkah Maju Global memprioritaskan tenaga kerja lokal melalui koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja serta menyerap hasil produksi kelapa milik petani sebagai bahan baku industri.

“Kita harapkan SIKIM ini tidak hanya berputar di angka keuntungan, tetapi juga menyerap tenaga kerja warga dan menjadi pasar bagi petani kelapa di sekitarnya. Semua persiapan sebaiknya dipercepat agar fasilitas ini dapat segera beroperasi kembali,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Parigi Moutong, Fit Dewana, menjelaskan mekanisme pengelolaan akan disusun bersama perangkat daerah terkait maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan konsep hilirisasi produk berbasis kelapa yang akan dikembangkan melalui SIKIM Kelapa Terpadu.

Ia berharap pengelolaan kawasan industri tersebut dapat berjalan lebih optimal dibandingkan sebelumnya sehingga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Audiensi tersebut ditutup dengan kesepakatan agar tim teknis segera menyusun rancangan perjanjian kerja sama berdasarkan hasil peninjauan lapangan.

Dengan langkah tersebut, proses penandatanganan kerja sama diharapkan dapat segera dilakukan sehingga SIKIM Kelapa Terpadu di Desa Avolua kembali beroperasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *