Daerah  

Parigi Moutong Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen dan Kemiskinan 12 Persen pada 2027

Avatar
Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan. (Foto: Fita)

PARIGI MOUTONG, KALAMMEDIA.NET – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menargetkan lompatan signifikan pada sejumlah indikator pembangunan strategis pada 2027. Dua indikator yang menjadi perhatian utama ialah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong Irwan mengatakan, capaian IPM daerah saat ini berada di angka 69,99. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai 72.

“Kita tidak bisa lagi berjalan dengan pola peningkatan biasa. Diperlukan lompatan besar agar Parigi Moutong mampu mengejar ketertinggalan dari daerah lain,” tegasnya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Senin (30/3).

Menurut Irwan, peningkatan IPM harus dilakukan secara simultan melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Pemerintah daerah juga akan memperluas akses terhadap layanan dasar, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pembangunan berlangsung lebih merata.

Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Parigi Moutong mencapai 3,92 persen pada 2025, meningkat dari 3,58 persen pada tahun sebelumnya.

Meski tumbuh positif, angka tersebut masih berada jauh di bawah pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai 8,47 persen.

Irwan menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi struktur ekonomi daerah yang masih bertumpu pada sektor-sektor dengan nilai tambah rendah. Selain itu, pengembangan industri pengolahan dan hilirisasi produk lokal dinilai belum optimal.

“Ekonomi kita memang tumbuh, tetapi belum cukup kuat untuk mendorong percepatan kesejahteraan. Karena itu, ke depan kita harus memperkuat sektor unggulan seperti pertanian, sekaligus mendorong pengolahan hasil agar memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Meski menghadapi tantangan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Parigi Moutong memiliki keunggulan dari sisi pemerataan pendapatan.

Gini ratio atau rasio ketimpangan ekonomi daerah tercatat sebesar 0,25. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah yang berada di angka 0,30.

Kondisi tersebut menunjukkan tingkat distribusi pendapatan masyarakat di Parigi Moutong relatif lebih merata.

Namun, Irwan menegaskan pemerataan pendapatan saja tidak cukup tanpa diikuti peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi.

Untuk 2027, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menargetkan angka kemiskinan turun hingga 12 persen dan pertumbuhan ekonomi meningkat hingga 7 persen. Pemerintah juga membidik peningkatan IPM yang lebih signifikan melalui sejumlah program prioritas.

Sejumlah strategi disiapkan untuk mencapai target tersebut, antara lain penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan vokasi, peningkatan layanan kesehatan, pembukaan lapangan kerja baru, serta pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi dan inovasi.

Penguatan sektor pertanian juga diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi pada pengolahan hasil untuk menciptakan nilai tambah dan memperkuat struktur ekonomi daerah.

“Target ini tidak mudah, tetapi sangat mungkin dicapai jika seluruh perangkat daerah bergerak bersama dan fokus pada program yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *