Format Baru Upacara 17 Agustus, KSP: Penuh Harapan

Kalam Media
Anggota Paskibraka pembawa baki bendera, dihampiri langsung Presiden Joko Widodo di tengah-tengah lapangan Istana IKN. (Foto: Biro pers Setneg)

Kalammedia.net, PARIGI – Upacara peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki format yang berbeda dari upacara-upacara sebelumnya. Pada upacara itu, anggota Paskibraka pembawa baki bendera, dihampiri langsung Presiden Joko Widodo di tengah-tengah lapangan Istana IKN.

Prosesi itu ternyata memiliki makna gambaran pemerintah dalam melayani masyarakat dan menjadi harapan akan tata cara pemerintahan ke depan. Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV, Kantor Staf Presiden (KPS), Joanes Joko.

“Ini menarik, karena kalau menurut saya karena ini penuh harapan. Kepemimpinan yang baik adalah yang turun dan menyapa rakyat,” kata Joanes kepada RRI.co.id, Minggu (18/8/2024).

Hal itu tergambarkan dengan bagaimana cara pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada masa pemerintahan selama 2 periode. Menurutnya, paradigma masyarakat akan adanya kepemimpinan yang hanya memberikan perintah terpatahkan dengan tata cara Jokowi menjadi Presiden.

“Selama ini kalo orang memimpin itukan paradigma adalah pemimpin itu memerintah. Nah, sekarang ini paradigma baru, dan itu dicontohkan dalam 10 tahun pemerintahan Presiden (Pak Jokowi),” ujarnya.

Sebab, lanjut dia, tata cara kepemimpinan yang tergambarkan dari turunnya Jokowi dari mimbar utama menyerahkan bendera pada upacara HUT ke-17 RI. Hal itu sesuai dengan harapan perubahan gaya kepemimpinan yang diingini masyarakat.

“Kalau sebagian orangkan (upacara 17 Agustus) ‘tegang dan sebagai macem’. Ya namanya sekarang ini bukan lagi ketegangan, miilenial gak mau dengan cara-cara yang tegang,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *