
PARIGI MOUTONG,KALAMMEDIA.NET — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar rapat koordinasi Program Sehat dalam penguatan layanan kesehatan primer di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis (7/5).
Kegiatan tersebut dibuka Asisten II Setda Parigi Moutong, Aswini Dimpel, mewakili Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase.
Turut hadir Koordinator Program Sehat Sulawesi Tengah, Nudiatulhuda Mangun.
Dalam sambutannya, Aswini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi menjadi bagian penting dalam pembangunan kesehatan yang berkeadilan dan sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Menurutnya, kebijakan nasional tersebut menitikberatkan pada transformasi sistem kesehatan, penguatan sumber daya manusia unggul, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan yang merata dan inklusif.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga terus memperkuat komitmen melalui program Berani Inovasi Daerah, di antaranya Program Berani Sehat dan Gerakan Sehat Bersama.
Program tersebut menekankan pentingnya akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Melalui Program Berani Sehat, kita berharap penguatan layanan kesehatan primer, peningkatan jangkauan layanan hingga ke wilayah terpencil, serta respons cepat terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat dapat terus berjalan, termasuk pelayanan ibu dan anak, keluarga berencana, serta penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.
Selain itu, Gerakan Sehat Bersama disebut menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan inklusif.
Dalam kesempatan itu, Aswini juga memaparkan sejumlah tantangan kesehatan yang masih dihadapi Kabupaten Parigi Moutong.
Berdasarkan data daerah, tercatat terdapat 130 kasus pelayanan kesehatan bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Selain itu, angka kematian ibu mencapai 10 kasus dan kematian anak sebanyak 81 kasus.
Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
Di sisi lain, prevalensi stunting di Parigi Moutong tercatat sebesar 9,3 persen.
Sementara capaian keluarga berencana (KB) aktif mencapai 69,87 persen dan KB pascapersalinan sebesar 47,20 persen.
Selain itu, terdapat 32 kasus HIV yang menunjukkan pentingnya penguatan edukasi, pencegahan, serta layanan kesehatan yang inklusif dan tidak diskriminatif.
Menurut Aswini, berbagai persoalan tersebut membutuhkan langkah yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas, serta menghasilkan langkah konkret dalam pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi di Kabupaten Parigi Moutong.
“Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, saya yakin upaya ini akan memberikan dampak nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong,” tutupnya.
Rapat koordinasi itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Provincial Manager Program Sehat Sulawesi Tengah, Rieneke Rolos, Ketua Pimpinan Aisyiyah Sulawesi Tengah, pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrasi dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, serta Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Parigi Moutong.






