Kalammedia.net, SUBANG – Univerisitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, berkolaborasi Internasional dengan Universitas Pendidikan Sultan Indris (UPSI), dan Universitas Telnologi Mara (UiTM) Selangor Malaysia.
Dalam kolaborasi Internasional UPI dengan dua Universitas asal Malaysia itu, kata Kaprodi Pendidikan Seni Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Juju Masunah, P. Hd, kolaborasi internasional antara UPI dengan dua Universitas Malaysia itu, diisi dengan pertunjukan seni budaya Indonesia-Malaysia, dan juga workshop, yang membahas dua seni dan kebudayaan dari kedua negara.
“Pertunjukan dan workshop yang pertama dilaksanakan di Gedung Tinta Pesona Fakultas Muzik dan Seni Persembahan Sultan Abdul Jalil Shah Campus UPSi, pada 6 Juni 2024. Diisi dengan pertunjukan tari diantaranya Tari Jaipong Rajyang Mandalajati, yang dibawakan pelajar kelas V SD, yakni Niskala Riksa Sunda Silviadi, yang merupakan anak kandung dari Raja LAK Galuh Pakuan, dan workshop dengan berbagai materi bahasan, salah satunya Laboratorium Penelitian UPI, tentang LAK Galuh Pakuan,” ujar Prof. Juju kepada RRI, Selasa (11/6/2024).
Kemudian, lanjut Prof. Juju, pada hari kedua 7 Juni 2024, digelar juga pertunjukan dan workshop di Puncak Alam dan Puncak Perdan Kampus UiTM Selangor Malaysia. Workshop diisi dengan Pengkajian Seni Kreatif yang bertajuk, “Internasional Collaborative Dance Workshop, dalam konteks South East Asia Performing Arts (SEAPArts) 2.0 Guest Lekturer.
“Tarian yang disajikan tari Zavin, Lancang Kuning gaya Riau, Tari Merak, dan Tari Jaipong. Tari jaopong diisi dengan Tarian Jaipong Kreasi Rahyang Mandalajati, yang memukau ratusan penonton dari peserta pertunjukan dan workshop dari tiga Universitas yang berbeda negara,” terangnya.
Dalam Kolaborasi Internasional itu, kata Prof. Juju, menghasilkan karya seni musik dari UPI Bandung yaitu “Setayu” dan “Kuta Bersaudara”, serta menciptakan musik berbasis seni tradisi nusantara bagi kelompok mahasiswa peserta ekstrakulikuler musik di UiTM Kampus Puncak Alam.
“Musiknyang disajikan sangat kental dengan aspek pendidikan, dimana penonton diajak mengenal dan memaikan motif ritme tertentu, bersama-sama memainkan musik yang bergaya pop, dimana lirik mengungkap persahabatan dan perdamaian. Sehingga suasana melebur dalam budaya serumpun antar bangsa,” papar Prof. Juju.
Prof. Juju berharap, kolaborasi Internasional ini, bisa berlanjut dan berkesinambungan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini kuta harapkan, ditindaklanjuti oleh UiTM, UPSI Malaysia dan UPI Bandung, dimasa yang akan datang,” pungkasnya.
Sumber : RRI.CO.ID






