11 Juni, Dunia Rayakan Hari Bermain Internasional

Kalam Media

Kalammedia.net, BANGKA – Hari ini 11 Juni diperingati sebagai Hari Bermain Internasional. Resolusi nomor A/RES/78/268 yang diadopsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Sidang Umum pada 25 Maret 2024 menandai penetapan Hari Bermain Internasional diperingati tiap 11 Juni seiring dengan banyaknya para mitra global yang memperjuangkan hak bermain anak-anak.

Di beberapa negara peringatan Hari Bermain Internasional ini menjadi tonggak penting dalam upaya melestarikan permainan, untuk menumbuhkan ketahanan, kreativitas, dan inovasi pada individu. Sehingga, semua orang, terutama anak-anak, dapat memperoleh manfaat dan mengembangkan potensi mereka sepenuhnya.

Dikatakan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kepulauan Bangka Belitung, Imelda Handayani, bagi anak-anak di dunia, bermain membantu membangun hubungan dan meningkatkan kontrol, mengatasi trauma, serta pemecahan masalah. Bermain juga membantu anak-anak untuk mengembangkan keterampilan kognitif, fisik, kreatif, sosial, dan emosional yang mereka perlukan untuk berkembang.

“Karena dengan cara membatasi kesempatan bermain secara langsung, nantinya akan menghambat kesejahteraan, dan perkembangan anak. Apalagi, di dalam lingkungan pendidikan, pembelajaran berbasis bermain telah diakui sebagai pendekatan yang efektif, yakni untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Dengan begitu bermain membantu membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan relevan, sehingga meningkatkan motivasi dan retensi informasi,” kata Imelda dalam acara Opini Publik RRI PRO 1 Sungailiat, Selasa (11/6/2024).

Sementara salah seorang warga Pangkalpinang, Riyanto menyoroti pudarnya permainan tradisional anak di Indonesia. Tidak ada lagi menurutnya anak-anak yang bermain congklak, egrang, sembunyi gung, semuanya sudah dikalahkan gadged.

“Nilai-nilai filosofis permainan tradisional Indonesia itu kuat sekali, akan sangat bermanfaat bagi perkembangan anak-anak, sekarang ini hilang sudah karena anak-anak kita tidak diajarkan bermain permainan tradisional, dan sudah dikalahkan permainan online di gadget.

Hari Bermain Sedunia ini pertama kali diusulkan oleh Dr Freda Kim, Ia merupakan seorang guru dan penganjur permainan asal Inggris.

Usulan hari peringatan Hari bermain Internasional ini berlangsung selama Konferensi Asosiasi Perpustakaan Mainan Internasional ke-8 di Jepang pada tahun 1999. Pada tahun 2001, tanggal 11 Juni diputuskan dalam rapat dewan di Florence, Italia dan telah dirayakan setiap tahun sejak saat itu.

Sumber : RRI.CO.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *