Kalammedia.net, PARIGI – Anggota Komisi VII DPR, Diah Nurwitasari menduga terdapat 6,1 juta data penerima manfaat subsidi listrik tidak tepat sasaran. Hal ini diungkapkannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Senin (3/6/2024).
Diah meminta, data penerima manfaat subsidi listrik diperbarui sejak 2022. Ia menyebut data penerima manfaat subsidi listrik 2023 dan 2024 tidak ada perubahan yang menunjukkan tidak tepat sasaran.
“Pada 2022 Kementerian ESDM ada 6,1 juta pelanggan yang tidak berhak menerima subsidi. Artinya, sudah ada semacam temuan, kalau kita melihat grafik dari tahun 2022 sampai sekarang tidak ada pengurangan 6 juta.” kata legislator PKS ini, di Ruang Rapat Komisi VII, pada, Senin (3/6/2024).
Diah menambahkan, masih terdapat daya 900 VA yang menerima manfaat subsidi listrik oleh pemerintah. Ia mendesak, Kementerian ESDM mendata ulang penerima manfaat subsidi listrik khususnya daya 900 VA yang banyak masyarakat mampu.
“Itu yang terjadi bahkan ada kenaikan subsidi listrik pada kelompok 900 VA. Artinya, kalau benar berarti tidak ada upaya serius untuk memperhatikan dan mencari yang berhak, siapa yang tidak.” katanya.
Sumber : RRI.CO.ID






