Dana BOS SDN 2 Bahoea Reko-Reko Disorot, Kepsek Sebut Wartawan Ingin Memeras

Avatar
Ilustrasi permasalahan Dana BOS SDN 2 Bahoea Reko-Reko Disorot, Kepsek Sebut Wartawan Ingin Memeras.(Foto : Ist)

MOROWALI, KALAMMEDIA.NET — Kepala SDN 2 Bahoea Reko-Reko, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Apriyanti Taleba, menjadi sorotan setelah menyampaikan pernyataan yang menuding wartawan hendak melakukan pemerasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Apriyanti melalui sebuah grup WhatsApp saat menanggapi pemberitaan yang menyoroti pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah yang dipimpinnya.

Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang diperoleh awak media, Apriyanti awalnya mengaku bingung dengan pemberitaan yang beredar.

“Saya bingung juga ini, dengan berita ini,” tulis Apriyanti dalam pesan di grup WhatsApp tersebut.

Namun, dalam pesan berikutnya, ia menyampaikan tuduhan terhadap wartawan.

“Ini wartawan mau peras saya,” tulisnya kembali.

Pernyataan tersebut menuai keberatan dari sejumlah wartawan yang melakukan peliputan terkait pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut. Mereka menilai tuduhan itu tidak berdasar karena komunikasi yang dilakukan selama ini merupakan bagian dari proses konfirmasi jurnalistik.

Salah seorang wartawan yang turut menyoroti persoalan tersebut menegaskan bahwa komunikasi dengan pihak sekolah hanya bertujuan memperoleh penjelasan untuk kepentingan pemberitaan.

“Ini fitnah. Kami menghubungi kepala sekolah hanya sebatas konfirmasi untuk kepentingan pemberitaan, tidak lebih dari itu,” ujarnya.

Ia meminta Apriyanti memberikan klarifikasi dan meluruskan pernyataannya agar tidak menimbulkan persepsi keliru terhadap profesi wartawan.

Wartawan tersebut juga memberikan waktu 1 x 24 jam kepada kepala sekolah untuk menyampaikan klarifikasi. Jika tidak ada penjelasan, ia menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum.

“Saya beri waktu 1 x 24 jam. Kalau pernyataan itu tidak segera diklarifikasi, saya akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Sementara itu, awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada Apriyanti Taleba melalui pesan dan panggilan WhatsApp terkait pernyataannya tersebut.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi diketahui telah terbaca, tetapi belum mendapat jawaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *