
PARIGI MOUTONG, KALAMMEDIA.NET — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman bagi guru dalam menjalankan tugas, sekaligus meningkatkan profesionalisme untuk mendukung mutu pendidikan.
Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikbud Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, S.Pd., M.Pd., melalui Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar, Ibrahim, S.E., M.A.P., pada Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Kabupaten Parigi Moutong masa bakti 2025–2030 di Hotel Ludya, Sabtu (5/9/2026).
Dalam sambutan yang dibacakan Ibrahim, Sunarti mengatakan Konkerkab PGRI tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menyerap aspirasi guru, mengevaluasi berbagai persoalan pendidikan, dan mencari solusi bersama.
Menurutnya, PGRI memiliki posisi strategis sebagai rumah besar para guru dalam memperkuat kebersamaan, meningkatkan kompetensi, memperjuangkan profesionalisme, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan.
“Guru merupakan salah satu pilar utama dalam menentukan kualitas pendidikan. Apa pun kebijakan, kurikulum, sarana dan prasarana yang dibangun tidak akan memberikan hasil optimal tanpa didukung guru yang kompeten, profesional, berdedikasi, dan memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan peserta didik,” demikian pesan Sunarti dalam sambutannya.
Salah satu perhatian Disdikbud adalah perlindungan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan. Sunarti mengingatkan pentingnya implementasi Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Regulasi tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Perlindungan itu mencakup perlindungan hukum, profesi, keselamatan dan kesehatan kerja, serta hak atas kekayaan intelektual. Guru juga perlu mendapatkan perlindungan dari kekerasan, ancaman, diskriminasi, maupun perlakuan tidak adil yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.
Namun, perlindungan terhadap guru harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab profesional.
“Guru harus dilindungi, tetapi guru juga harus meningkatkan profesionalismenya. Perlindungan bukan berarti memberikan ruang bagi guru untuk mengabaikan kewajiban. Demikian pula kewajiban profesional tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hak dan perlindungan guru,” ujarnya.
Menurut Sunarti, keseimbangan antara hak, kewajiban, dan perlindungan penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, berkeadilan, dan bermartabat.
Disdikbud Parigi Moutong, kata Sunarti, terbuka untuk terus membangun komunikasi dan sinergi dengan PGRI, khususnya dalam mengawal kebijakan perlindungan bagi pendidik sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan guru, kepala sekolah, pengawas, PGRI, orang tua, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Sunarti menekankan pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Pendidikan juga harus mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak, kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan daerahnya.
Karena itu, guru perlu ditempatkan sebagai salah satu subjek utama dalam perubahan pendidikan. Guru harus diberikan kesempatan untuk terus berkembang, meningkatkan kompetensi, memperoleh dukungan dalam menjalankan tugas, serta mendapatkan penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya.
“Ketika guru kuat, pendidikan akan kuat. Ketika pendidikan kuat, maka masa depan daerah dan bangsa juga akan semakin kuat,” tegasnya.
Konkerkab I PGRI Kabupaten Parigi Moutong diharapkan menghasilkan keputusan, rekomendasi, dan program kerja yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi profesionalisme guru dan peningkatan mutu pendidikan.
Sunarti juga mengajak seluruh elemen pendidikan menjadikan perbedaan pandangan sebagai kekuatan untuk menemukan solusi terbaik melalui komunikasi terbuka, saling menghormati, dan memperkuat kolaborasi.
Forum tersebut turut dihadiri Bupati Parigi Moutong serta Wali Kota Palu yang dijadwalkan memberikan materi mengenai praktik baik dan kemajuan pendidikan di Kota Palu.






