
PARIGI MOUTONG, KALAMMEDIA.NET – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pengelolaan sektor pertanian yang didukung pemerataan infrastruktur.
Musrenbang tersebut mengusung tema “Akselerasi Penguatan Sumber Daya Manusia dalam Pengelolaan Bidang Pertanian yang Didukung Infrastruktur yang Merata.” Kegiatan digelar pada Senin (30/3).
Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid mengatakan Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk menyerap aspirasi, ide, dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan.
Ia menekankan pentingnya penyusunan program yang tepat sasaran agar keterbatasan anggaran dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien.
“Perencanaan ini harus mampu menjawab persoalan mendasar daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Berdasarkan data evaluasi, sejumlah indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif, meski masih membutuhkan perhatian. Angka kemiskinan Parigi Moutong turun dari 14,2 persen pada 2024 menjadi 13,51 persen pada 2025. Namun, angka tersebut masih berada di atas rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menargetkan penurunan kemiskinan secara signifikan pada 2027 melalui penguatan sektor pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi daerah meningkat dari 3,59 persen pada 2024 menjadi 3,92 persen pada 2025. Sektor pertanian masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.
Pemerintah daerah menegaskan pertumbuhan ekonomi ke depan harus bersifat inklusif sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Parigi Moutong meningkat dari 69,48 pada 2024 menjadi 69,99 pada 2025.
Pemerintah mendorong peningkatan akses layanan pendidikan dan kesehatan hingga ke wilayah terpencil untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Penanganan stunting juga menunjukkan perkembangan positif. Prevalensi stunting turun dari 28,5 persen pada 2023 menjadi 22,3 persen pada 2024. Meski demikian, intervensi secara terarah tetap menjadi prioritas agar generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan kompetitif.
Dalam arah kebijakan pembangunan periode 2025–2029, Abdul Sahid menegaskan empat pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan, ekonomi dan ketenagakerjaan, serta tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Pada sektor kesehatan, pemerintah berkomitmen memperluas layanan kesehatan gratis dan bergerak untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
Di bidang pendidikan, sejumlah program seperti sekolah gratis, beasiswa, hingga penyediaan asrama mahasiswa terus diperkuat. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan biaya.
Sementara itu, pada sektor ekonomi, pemerintah berfokus membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi generasi milenial. Penguatan sektor pertanian dan kelautan juga dilakukan melalui penyaluran pupuk tepat waktu, asuransi bagi petani dan nelayan, serta dukungan sarana produksi.
Pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut didorong melalui pengolahan hasil pertanian agar menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Dalam tata kelola pemerintahan, Pemkab Parigi Moutong menargetkan birokrasi yang lebih profesional, transparan, dan responsif. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas aparatur serta penerapan pelayanan administrasi terpadu hingga tingkat kecamatan.
Lebih lanjut, Abdul Sahid menyebut lima prioritas pembangunan yang harus menjadi fokus dalam penyusunan program RKPD 2027. Kelima prioritas tersebut meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, penguatan ketahanan ekologi, serta reformasi tata kelola pemerintahan.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah mengedepankan kolaborasi dan mengesampingkan ego sektoral dalam merumuskan program pembangunan.
“Musrenbang ini harus menghasilkan kesepakatan strategis yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar memenuhi keinginan sesaat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Sahid juga menyinggung pentingnya dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam pembangunan infrastruktur, khususnya revitalisasi wajah Kota Parigi agar lebih representatif dan mampu menarik minat investor.
Menurutnya, Parigi Moutong memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan yang perlu didukung dengan infrastruktur memadai.
Ia optimistis, dengan pengelolaan yang tepat, Parigi Moutong dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tengah.
Musrenbang RKPD 2027 diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong.






