Daerah  

Pemkab Parimo Perluas Seragam Gratis, Kini Sasar Siswa MTs

Avatar
Ketua Tim Penggerak PKK Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, didampingi Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyerahkan seragam sekolah gratis kepada siswa MTs di Kantor Camat Mepanga, Kamis (5/11/2026). (Foto: Ist.)

PARIGI MOUTONG, KALAMMEDIA.NET — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperluas program bantuan seragam sekolah gratis pada 2026 dengan menyasar siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs). Perluasan program ini menjadi upaya pemerintah daerah meringankan beban biaya pendidikan keluarga sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di Parigi Moutong.

Erwin mengatakan, perluasan program seragam gratis dilakukan secara bertahap. Setelah berjalan baik pada tahun sebelumnya, pada 2026 bantuan diperluas kepada siswa MTs. Pemerintah daerah juga merencanakan penambahan sasaran penerima bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada 2027.

“Tahun lalu kita sudah berikan untuk yang pertama, dan berjalan dengan baik. Alhamdulillah. Tahun ini kita tambahkan untuk Madrasah Tsanawiyah. Insya Allah tahun depan kita perluas lagi ke Madrasah Ibtidaiyah,” ujar Erwin.

Pernyataan tersebut disampaikan Erwin saat menyerahkan bantuan seragam sekolah gratis di halaman Kantor Camat Mepanga, Kamis (5/11/2026). Penyerahan itu berlangsung di sela-sela kegiatan pengukuhan dan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, unsur TNI/Polri, para asisten, staf ahli, pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, Camat Mepanga, serta sejumlah kepala sekolah.

Erwin menjelaskan, program seragam gratis merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Parigi Moutong.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya mengembalikan anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah agar kembali mendapatkan pendidikan. Ia menyebut, sekitar 2.000 anak telah kembali mengikuti pendidikan dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Belum sampai satu tahun, sebanyak 2.000 anak yang tadinya putus sekolah kini kembali belajar. Itu rekor terbaik kita,” ungkapnya.

Meski demikian, Erwin mengakui pemerataan pendidikan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama bagi anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil. Jarak tempat tinggal dengan sekolah menjadi salah satu kendala yang menyulitkan sebagian anak untuk melanjutkan pendidikan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah berencana membangun sekolah terpadu satu atap yang menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu lokasi, khususnya di wilayah terpencil.

Erwin menyampaikan, rencana pembangunan sekolah terpadu tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Pendidikan. Pembangunan fasilitas pendidikan itu diharapkan dapat mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat dan mengurangi risiko anak putus sekolah akibat keterbatasan akses.

“Semua anak Parigi Moutong harus bersekolah. Jangan sampai ada yang putus di tengah jalan. Itu janji kita bersama,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap perluasan bantuan seragam gratis dan rencana pembangunan sekolah terpadu dapat memperkuat pemerataan akses pendidikan, sehingga seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.

Sumber: Diskominfo Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *