
PARIGI MOUTONG, KALAMMEDIA.NET — Sebanyak 6.924 anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tersebar di lima kecamatan. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat untuk mempercepat verifikasi dan penanganan anak yang belum mengakses pendidikan.
Lima kecamatan tersebut meliputi Tinombo Selatan, Sidoan, Tinombo, Palasa, dan Tomini. Jumlah itu mencapai sekitar 58,2 persen dari total 11.892 anak tidak sekolah berdasarkan data cut-off September 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, S.Pd., M.Pd., mengatakan data tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan langsung untuk memastikan kesesuaian antara catatan administrasi dan kondisi anak di lapangan.
Menurut Sunarti, verifikasi berkelanjutan juga diperlukan untuk memastikan anak yang sudah kembali bersekolah tercatat dengan benar dalam sistem data pendidikan.
Sebelumnya, Disdikbud bersama tim terkait telah melakukan monitoring dan evaluasi di Kecamatan Tomini selama tiga hari, pada 16–18 Oktober 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperbarui data sekaligus mengidentifikasi kondisi anak yang masuk dalam kategori ATS.
Setelah kegiatan kampanye Gerakan Bersama Kembalikan Anak ke Sekolah pada Selasa (20/10/2026), Disdikbud berencana melanjutkan verifikasi dan validasi di empat kecamatan lainnya.
“Selanjutnya, setelah kegiatan kampanye hari ini, kami akan melanjutkan verifikasi dan validasi di empat kecamatan lainnya guna mempercepat penanganan ATS berdasarkan kondisi real di lapangan,” ujarnya.
Penanganan ATS, kata Sunarti, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sektor pendidikan. Keluarga, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan juga perlu terlibat dalam upaya memastikan anak memperoleh akses pendidikan.
Melalui verifikasi tersebut, Disdikbud Parigi Moutong berupaya memperoleh data yang lebih akurat sebagai dasar menentukan langkah penanganan sesuai kondisi masing-masing anak.






