Disdikbud Parigi Moutong Fokus Kembalikan Anak ke Bangku Sekolah

Avatar
Plt. Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, menyampaikan laporan dalam kampanye Gerakan Bersama Kembalikan Anak ke Sekolah (ATS) di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa (20/10/2026). (Foto: Riski).

PARIGI MOUTONG, KALAMMEDIA.NET — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mempercepat penanganan anak tidak sekolah (ATS) melalui verifikasi data dan pemantauan lapangan. Berdasarkan data cut-off September 2026, terdapat 11.892 anak yang tercatat tidak sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Sunarti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan kampanye “Gerakan Bersama Kembalikan Anak ke Sekolah (ATS)” di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa (20/10/2026).

Sunarti mengatakan, penanganan ATS bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor pendidikan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Dari hasil verifikasi, validasi lapangan, dan pemutakhiran data, jumlah ATS tercatat sebanyak 11.892 anak. Angka tersebut turun sekitar 10 persen dibandingkan data awal.

“Namun demikian, penurunan angka tersebut tetap perlu diikuti dengan verifikasi berkelanjutan untuk memastikan kondisi setiap anak sesuai dengan keadaan sebenarnya di lapangan, termasuk memastikan anak yang telah kembali bersekolah tercatat secara benar dalam sistem data pendidikan,” ujarnya.

Dari total tersebut, sebanyak 6.924 anak atau sekitar 58,2 persen tersebar di lima kecamatan, yakni Tinombo Selatan, Sidoan, Tinombo, Palasa, dan Tomini. Sebaran ini menjadi perhatian Disdikbud dalam menentukan prioritas penanganan.

Untuk memperkuat koordinasi, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah membentuk Tim Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Tahun 2026 melalui keputusan bupati. Sekretaris Daerah ditetapkan sebagai ketua tim.

Sebagai tindak lanjut, Disdikbud bersama tim terkait telah melakukan monitoring dan evaluasi di Kecamatan Tomini selama tiga hari, pada 16–18 Oktober 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memeriksa kesesuaian data dengan kondisi anak di lapangan.

“Selanjutnya, setelah kegiatan kampanye hari ini, kami akan melanjutkan verifikasi dan validasi di empat kecamatan lainnya guna mempercepat penanganan ATS berdasarkan kondisi real di lapangan,” ujarnya.

Melalui langkah tersebut, Disdikbud Parigi Moutong berupaya memastikan data anak tidak sekolah lebih akurat dan penanganannya tepat sasaran, sehingga anak-anak yang belum mengakses pendidikan dapat memperoleh kesempatan untuk kembali bersekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *