
PARIGI MOUTONG, KALAMMEDIA.NET — Kabar baik datang bagi masyarakat Kecamatan Moutong dan wilayah sekitarnya. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buluye Napoae Moutong kini memiliki dokter spesialis anak.
Dokter spesialis tersebut tiba di Palu, Jumat (2/10/2026), dan disambut langsung Direktur RSUD Buluye Napoae Moutong, Kurniati, SKM., M.K.M., di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie.
Setelah tiba di Palu, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Moutong untuk mempersiapkan pelayanan di RSUD Buluye Napoae Moutong.
Kurniati mengatakan, dokter spesialis anak tersebut dijadwalkan mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat pada Sabtu (3/10/2026).
“Alhamdulillah, ini merupakan kabar gembira bagi seluruh masyarakat Moutong dan sekitarnya. Dokter Spesialis Anak telah tiba dan langsung bergerak menuju RSUD Buluye Napoae Moutong untuk bersiap memulai pelayanan,” ujar Kurniati dalam keterangannya.
Kehadiran dokter spesialis anak di rumah sakit tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan anak, terutama untuk kebutuhan pemeriksaan dan penanganan medis spesialis.
Selama ini, masyarakat yang membutuhkan layanan dokter spesialis anak harus menempuh perjalanan ke wilayah lain untuk mendapatkan pelayanan tersebut.
Layanan dokter spesialis anak di RSUD Buluye Napoae Moutong akan tersedia setiap Senin hingga Sabtu.
Manajemen rumah sakit juga mengimbau sejumlah puskesmas di wilayah sekitar, seperti Puskesmas Moutong, Taopa, Lambunu I, dan Lambunu II, untuk merujuk pasien anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut sesuai indikasi medis dan prosedur rujukan yang berlaku.
Kurniati berharap kehadiran dokter spesialis anak dapat memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah Moutong dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Selamat datang dan selamat bergabung di keluarga besar RSUD Buluye Napoae Moutong, Dokter. Kami berharap kehadiran Dokter memberikan manfaat yang besar, membawa dampak positif bagi kualitas kesehatan anak-anak kita, serta melayani masyarakat Moutong dan sekitarnya dengan sepenuh hati,” tutup Kurniati.






