
Parigi Moutong,KALAMMEDIA.NET – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kecamatan Torue usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (30/6) malam.
Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, turun langsung ke lokasi pada Rabu (1/7) untuk meninjau kondisi warga sekaligus memetakan langkah penanganan di sejumlah titik terdampak.
Dalam peninjauan itu, Abdul Sahid memastikan kondisi masyarakat relatif aman karena air mulai surut.
Namun, ia menilai sektor pertanian menjadi yang paling terdampak akibat banjir.Salah satu lokasi yang mengalami kerusakan cukup parah berada di Desa Purwosari.
Sekitar 50 meter persegi area persawahan tertimbun tanah dan lumpur setelah tanggul jebol dan air meluap.
Padahal, tanaman padi di lahan tersebut telah memasuki masa berbuah dan tinggal menunggu panen.
“Kalau untuk warga, alhamdulillah kondisinya aman dan air sudah mulai surut. Namun, hantaman keras justru dirasakan sektor pertanian. Di mana persawahan yang tidak lama lagi mau dipanen, mulai berbuah, justru terkena banjir. Banyak sekali yang rusak,” ujar H. Abdul Sahid saat diwawancarai di lokasi.
Selain Desa Purwosari, Wakil Bupati juga meninjau sejumlah titik yang menjadi prioritas penanganan.
Di Dusun 8 Desa Tolai, drainase mengalami kerusakan sehingga pemerintah mengajak warga mengikhlaskan sebagian lahan di sekitar saluran air untuk mendukung proses perbaikan.
Sementara itu, di Desa Tolai Barat terjadi abrasi akibat luapan air yang sempat merendam rumah warga.
Adapun di Desa Tolai Timur, penyempitan saluran air dinilai menjadi penyebab banjir. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berkomitmen memperlebar drainase agar aliran air kembali lancar dan mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berarti pada permukiman, Abdul Sahid mengatakan banjir memberikan dampak besar terhadap lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Kalau untuk warga, kelihatannya tidak terlalu terdampak (secara fisik). Cuma memang kondisi tanggul ini yang jebol. Jadi persawahan yang tidak lama lagi mau dipanen, yang mulai berbuah, ini terkena banjir. Banyak sekali yang rusak,” ungkapnya.
Pemkab Parigi Moutong bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah desa langsung menyepakati langkah penanganan darurat.Perbaikan tanggul yang jebol menjadi prioritas untuk mencegah banjir kembali meluas.
“Kami dengan Pak Kalak BPBD tadi bersama-sama kepala desa sudah sepakat, insya Allah besok, di mana tanggul yang jebol itu akan diantisipasi secepatnya dengan bronjong. Ini penting supaya dampak banjir tidak meluas lebih jauh lagi ke depannya,” tegas Wabup.
Di akhir kunjungannya, Abdul Sahid mengajak masyarakat menjaga semangat gotong royong, terutama dalam merawat lingkungan dan membersihkan saluran air agar tidak tersumbat sampah.
“Harapan kami terhadap masyarakat adalah mari kita bekerja sama dengan baik. Saluran-saluran air harus kita bersihkan bersama. Ketika aliran air berjalan bagus dan tidak ada sampah yang menyumbat, insya Allah luapan banjir seperti ini bisa kita hindari,” pungkasnya.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Yolanda Mambu, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, Camat Torue, Bagian Umum, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), serta para kepala desa di wilayah terdampak.






