
JAKARTA, KALAMMEDIA.NET – Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, mempromosikan potensi pariwisata dan kekuatan ekonomi daerah di hadapan agen tour and travel serta pelaku industri pariwisata dalam forum promosi di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperluas jejaring pemasaran destinasi ke tingkat nasional hingga internasional. Forum itu juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan daya saing daerah di kawasan Indonesia Tengah.
Mewakili Bupati Parigi Moutong, Zulfinasran menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki ragam daya tarik, mulai dari wisata alam, bahari, hingga budaya. Tak hanya itu, komoditas unggulan daerah juga dinilai bisa dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman berwisata.
“Parigi Moutong berada pada posisi strategis di kawasan Segitiga Emas Teluk Tomini, yang menghubungkan Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara. Kawasan ini menyimpan potensi bahari, bentang alam, serta keanekaragaman hayati laut yang sangat luar biasa,” ujar Zulfinasran di hadapan peserta forum.
Secara geografis, Kabupaten Parigi Moutong berada di kawasan Teluk Tomini yang dikenal memiliki kekayaan sumber daya laut dan bentang pesisir. Wilayah ini memiliki garis pantai yang panjang, pantai alami, pulau-pulau kecil, serta sejumlah titik wisata bahari yang dinilai potensial untuk dikembangkan.
Di sisi lain, kawasan perdesaan di Parigi Moutong masih kuat menjaga kearifan lokal. Tradisi adat, kesenian daerah, kuliner khas, serta kehidupan masyarakat pesisir dan pedalaman menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman autentik.
Dalam pemaparannya, Zulfinasran juga menyoroti komoditas unggulan daerah, yakni durian Parigi Moutong, yang telah dikenal sebagai salah satu primadona nasional.
“Durian Parigi Moutong bukan hanya komoditas pertanian, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis gastronomi dan agrowisata. Ini peluang besar untuk mengintegrasikan sektor pariwisata dan pertanian,” katanya.
Ia menjelaskan, arah pengembangan sektor ini menitikberatkan pada konsep pariwisata berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, nelayan, hingga pegiat ekonomi kreatif diharapkan terlibat aktif dalam rantai nilai tersebut.
Keterlibatan agen tour dan travel, lanjutnya, diharapkan mampu mengemas potensi daerah menjadi paket perjalanan yang memiliki nilai jual tinggi. Terlebih, konektivitas udara yang semakin terbuka serta meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi berbasis alam dan budaya dinilai menjadi peluang besar.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan agent tour, travel operator, dan investor pariwisata untuk bersama-sama mengembangkan Parigi Moutong sebagai destinasi unggulan di Teluk Tomini,” ujarnya.
Forum yang difasilitasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia itu menjadi bagian dari rangkaian promosi daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri dalam mendorong pemerataan sektor pariwisata nasional.






