News  

Kaesang Naik Jet Pribadi ke AS Bareng Istri & Kakak Ipar: Per Orang Rp 90 Juta

Avatar
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep berpamitan ke jurnalis usai memberikan klarifikasi terkait jet pribadi di Gedung ACLC Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (17/9/2024). Foto: RENO ESNIR/ANTARA FOTO

Kalammedia.net, PARIGI – KPK telah menerima klarifikasi yang disampaikan Ketum PSI, Kaesang Pangarep, terkait penggunaan jet pribadi yang ditumpanginya ke Amerika Serikat.

Dalam klarifikasi itu, Kaesang mengakui bepergian bersama istrinya, Erina Gudono; kakak Erina, Nadya Gudono; dan seseorang yang disebut sebagai stafnya.

“Yang bersangkutan pergi berempat ya. Jadi Kaesang istrinya, kakak istrinya, dan stafnya, jadi berempat,” kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, kepada wartawan, Selasa (17/9).

Perihal 4 penumpang dalam jet pribadi itu sejalan dengan informasi yang diterima kumparan. Tiga di antaranya adalah Kaesang, Erina Gudono, dan Nadya Gudono.

Informasi kumparan, satu orang lainnya bukan staf seperti yang disebutkan Pahala. Melainkan seorang petinggi perusahaan pemilik pesawat tersebut.

Hal tersebut pun sejalan dengan yang disampaikan oleh Kaesang dan juru bicaranya. Kaesang menyebut bahwa dia menumpang alias nebeng kepada temannya yang kemudian disebut berinisial Y itu.

Juru bicara Kaesang, Francine Widjojo, menyebut bahwa Kaesang sedianya telah mempunyai rencana pergi ke AS menggunakan pesawat komersil pada 20 Agustus. Namun, kebetulan temannya itu juga hendak ke sana.

“Kebetulan ada temannya yang juga berangkatnya searah di tanggal 18 Agustus, makanya barenglah, nebeng,” ujar dia.

Kaesang juga mengungkap kisaran harga perjalanannya ke AS. Di mana, disebut per orang memakan biaya hingga Rp 90 juta. Nilai tersebut yang mesti dikembalikan Kaesang jika perjalanannya terbukti merupakan gratifikasi.

“Jadi kira-kira Rp 90 juta, kalau berempat, kira-kira Rp 360 (juta), kalau ditetapkan milik negara. Kalau ditetapkan bukan milik negara, ya sudah, gitu aja. Laporannya enggak kemana-mana,” jelas Pahala.

Ngaku Cuma Nebeng

Kaesang Pangarep sebelumnya memberikan penjelasan soal penggunaan jet pribadi tersebut. Dia mengaku pesawat tersebut milik temannya. Ia hanya menumpang.

“Jadi hari ini kedatangan saya ke KPK sebagai warga negara yang baik. saya bukan penyelenggara negara, saya bukan pejabat. Saya datang ke sini, bukan karena undangan, bukan karena panggilan tapi inisiatif saya,” papar Kaesang, di Gedung ACLC KPK Jakarta, Selasa (17/9).

“Saya juga di dalam, mengklarifikasi mengenai perjalanan saya di tanggal 18 Agustus ke Amerika Serikat yang numpang atau nebeng pesawatnya teman saya,” sambungnya.

Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut siapa teman yang dimaksud.

“Untuk lebih lanjutnya bisa ditanyakan langsung ke KPK untuk lebih detailnya dan tindak lanjutnya,” ujar Kaesang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *