Kalammedia.net, DENPASAR – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menetapkan tanggal 10 Juni sebagai Hari Kewirausahaan Nasional. Penetapan itu bertepatan dengan momentum pendirian Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bali, Agus Pande Widura mengapresiasi langkah Presiden Jokowi menetapkan Hari Kewirausahaan Nasional. Menurutnya penetapan ini sebagai bentuk pengakuan dan dukungan pemerintah terhadap peran pengusaha dalam perekonomian nasional.
“Ini adalah kado terindah dari Pak Jokowi. Kado yang dihadiahkan tepat pada perayaan HUT ke-52 HIPMI,” ungkapnya kepada rri.co.id, Selasa (11/6/2024).
Ia berharap, penetapan Hari Kewirausahaan Nasional menjadi amunisi dalam mengatrol jumlah pengusaha di Indonesia. Beralasan, karena secara kuantitatif, pengusaha di Tanah Air masih kalah jauh dibanding negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
“Kita dari HIPMI berkomitmen untuk menambah jumlah wirausahawan di Indonesia,” kata pria yang akrab disapa APW itu.
Tokoh yang berjasa dalam pembentukan HIPMI, di antaranya Drs. Abdul Latief, Ir. Siswono Yudo Husodo, Pontjo Sutowo dan Hari Sjamsudin Mangaan. Selama 52 tahun perjalanannya, HIPMI berhasil melahirkan figur sentral dan berpengaruh di negeri ini.
Sebut saja Presiden Joko Widodo yang sampai saat ini masih terdaftar sebagai anggota HIPMI Surakarta. Belum lagi sederet nama lain, seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia serta Menteri BUMN Erick Thohir.
“Kita terus berjuang, agar jumlah wirausahawan di Indonesia bisa menyentuh angka 5 sampai 6 persen,” pungkasnya.
Sumber : RRI.CO.ID






