Kalammedia.net, PARIGI – Ketua Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman, Putra Narjadin, mengatakan proyek IKN menjadi pasar besar bagi Industri kaca di Tanah Air.
Segmen pasar kaca lembaran paling besar untuk kebutuhan properti bangunan, yakni 70 persen. Sisanya 10 persen kaca untuk otomotif, dan 20 persen sebagai komponen industri. Besarnya permintaan kaca untuk properti bangunan ini menjadi potensi bila mengacu angka backlog perumahan di Indonesia yang masih cukup tinggi.
“Permintaan kaca untuk konstruksi meningkat, dan sekarang ditambah lagi oleh IKN,” kata Putra saat konferensi pers di Grand Hyatt Jakarta, Kamis (30/5).
“Yang kami inginkan adalah proyek infrastruktur Jokowi ini diteruskan sehingga kota kota berikutnya, second tier, third tier, seperti Medan, Solo, Cirebon terus berkembang. Ini butuh kaca yang lebih banyak dibanding hanya satu proyek IKN,” tegas dia.
Putra mencatat, perkiraan kebutuhan kaca lembaran Indonesia 825 ribu ton per tahun, nomor dua terbesar di ASEAN di bawah Vietnam yang kebutuhan per tahunnya 1,09 juta ton.
Sementara dari sisi kapasitas produksi, negara ASEAN paling besar adalah Malaysia dengan kapasitas 2,04 juta ton per tahun, disusul Indonesia di posisi kedua dengan kapasitas 1,35 juta ton per tahun.
Dia merasa proyek-proyek pemerintah di era Jokowi ini menjadi angin segar bagi industri kaca.
“Dengan adanya IKN sangat menolong di mana saat swasta lesu karena COVID-19, pemerintah sudah mengambil program yang bagus dengan menggelontorkan perbelanjaan infrastruktur, properti, sehingga saat swasta lemah pemerintah maju menjalankan proyek-proyek seperti IKN, ini supaya ekonomi dan industri didorong,” pungkas dia.
Sumber : KUMPARAN






