Daerah  

Bupati Samsurizal Menghimbau Agar Para Guru Mendorong Murid untuk Berprestasi

Avatar
Bupati Parimo saat Sosialisasi Kepada Guru-Guru di SMPN 1 Kecamatan Bolano Lambunu. FOTO : Diskominfo Parimo

Kalammedia.net – Bupati Parigi Moutong (Parimo) H Samsurizal Tombolotutu menghimbau kepada para Guru guru agar mendorong muridnya berprestasi.

Tidak hanya murid diminta berprestasi, namun Guru pun harus memacu prestasi.

“Saya berharap kita semua semangat dalam memajukan olahraga di Kabupaten Parigi Moutong minmal mendorong muridnya untuk aktif di bidang apa saja yang sifatnya baik dan menghasilkan prestasi,”Jelasnya, bertempat di SMPN 1 Kecamatan Bolano Lambunu, Kamis (2/2/2023).

Lanjut Samsurizal, saat kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah di Kabupaten Banggai baru baru ini, kontingen Kabupaten Parigi Moutong berada di posisi lima besar, namun Pencapaian jumlah Medali meningkat, dan tidak menggunakan Atlet dari luar daerah, semuanya murni Asli putra putri Parigi Moutong.

“Saya tidak menggunakan atlet dari luar, masih banyak Atlet kita yang bagus bagus, tinggal pelatihannya di intensipkan,” Terangnya.

Lanjut Bapak Olahraga itu, di depan mata ada Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk menuju PON, Sulawesi Tengah kata ia kesulitan mencari Atlet Atlet mengikuti Pra PON dikarenakan Atlet yang meraih juara di Porprov Banggai rata rata pemain luar dan mereka hanya memperkuat daerahnya masing masing.

“Saat ini Sulteng kesulitan mencari Atlet, karena pada umumnya hanya Atlet dari luar daerah dan mereka hanya memperkuat daerah lain, yang pada akhirnya larinya juga ke Parigi Moutong untuk mengambil Atlet kita,”Katanya.

Oleh karena itu kata Samsurizal, melalui program Olahraga masuk Sekolah dan Olahraga masuk Desa dapat menjembatani lahirnya Atlet Atlet berkualitas lewat penjaringan bakat dan minat Olahraga anak usia dini.

“Kita belajar dari Vietnam mampu mengalahkan Indonesia di Olahraga sepakbola dengan skor 2-0 di Piala AFF, dan ternyata rata rata pemain Vietnam adalah Pelajar SMP dan SMA. 3 orang diambil dari pelajar kelas III SMA dan 8 orang Pelajar SMP kelas II, dengan tetap memperhatikan postur tubuh ideal dan tinggi badan.

Olehnya kata Samsurizal, dari Negara Vietnam dan Jepang itu ia belajar, maka sudah seharusnya dilakukan penjaringan bakat mulaii dari anak usia dini hingga berkesinambungan. (**)

Sumber : DISKOMINFO PARIMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *