
PARIGI MOUTONG, KALAMMEDIA.NET – Sebanyak 650 peserta mengikuti pawai obor menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah di Kecamatan Parigi Utara dan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Senin malam (16/2/2026). Tradisi tahunan ini digelar serentak oleh Remaja Islam Masjid (Risma) dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Di Parigi Utara, pawai digelar oleh Risma se-kecamatan. Sekitar pukul 20.00 Wita, kurang lebih 300 peserta memulai arak-arakan dari Desa Pelawa Baru dan berakhir di Kantor Camat Parigi Utara. Konvoi tersebut turut diramaikan 15 unit kendaraan roda empat dan sekitar 100 unit roda dua yang mengawal jalannya kegiatan.
Pada waktu hampir bersamaan, mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah menggelar pawai obor di wilayah Parigi Tengah. Sekitar 350 peserta berjalan kaki dari kawasan eks Sail Tomini, Desa Pelawa Baru, menuju Lapangan Sepak Bola Desa Pelawa. Cahaya obor yang menyala di sepanjang rute menjadi simbol penyambutan bulan penuh berkah.
Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 22.00 Wita itu berlangsung aman dan tertib. Pengamanan dilakukan oleh personel Polsubsektor Parigi Utara bersama Dinas Perhubungan serta aparat kecamatan. Petugas ditempatkan di sejumlah persimpangan dan melakukan pengawalan serta pengaturan arus lalu lintas.
Kapolsubsektor Parigi Utara, IPDA Andri J. Terok, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami telah berkoordinasi dengan panitia terkait rute yang dilalui peserta, menempatkan personel di titik-titik persimpangan, serta melaksanakan pengawalan dan pengaturan arus lalu lintas. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif,” ujar IPDA Andri J. Terok.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban selama rangkaian kegiatan Ramadhan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Hindari konvoi berlebihan, patuhi aturan lalu lintas, dan tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan. Mari kita sambut Ramadhan dengan penuh kedamaian dan kebersamaan,” tegasnya.
Secara rutin, pawai obor menjelang Ramadhan menjadi tradisi di berbagai daerah, termasuk di Parigi. Antusiasme warga dinilai mampu mempererat ukhuwah Islamiyah. Namun, kepadatan peserta dan kendaraan juga berpotensi menimbulkan kemacetan serta membuka celah terjadinya tindak kriminalitas.
Dengan pengamanan yang diperketat dan keterlibatan aparat gabungan, semarak Ramadhan 1447 Hijriah di Parigi Utara dan Parigi Tengah diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat persatuan serta menjaga keamanan lingkungan.






