Kalammedia.net, INDRAMAYU – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebutkan pemerintah terus berupaya mencetak lahan tebu baru. Mengingat sebagian kebutuhan gula Indonesia masih dipasok dari importasi.
“Sisanya masih dipenuhi dari importasi. Kalau gak dilakukan importasi kurang,” ucap Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi di sela kunjungan kerjanya ke Pabrik Gula Jatitujuh di Majalengka, Jawa Barat, Selasa (11/6/2024).
Arief mengungkapkan proyek cetak lahan baru gula salah satunya berlangsung di kawasan Merauke, Papua Selatan. Total lahan yang akan digarap menjadi perkebunan gula mencapai 2 juta hektare.
Sesuai rencana sistem perkebunan akan dibuat terintegrasi dengan industri gula, bioetanol, dan pembangkit listrik biomassa. Pengembangan kebun tersebut terbagi dalam 4 klaster dan melibatkan investor dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.
“Turunan tebu ini kedepan harusnya selain untum konsumsi. Buat energi, itu bisa diolah sampai bioetanol empat, lima, sehingga itu bisa dipakai untuk campuran bahan bakar,” katanya.
Arief menegaskam masa panen tebu Indonesia hanya berlangsung 5 bulan setiap tahunnya. Data terakhir di 2023 kemampuan produksi gula Indonesia baru di angka 2,3 juta ton saja.
Sedangkan kebutuhan konsumsi gula nasional di tahun 2024 mencapai 7,3 juta ton. Sehingga pemerintah di tahun 2024 telah menetapkan kuota impor gula sebanyak 5,4 juta ton.
Sumber : RRI.CO.ID






