Simulasi Penanganan Kegawatdaruratan Masyarakat Pesisir Pantai

Kalam Media

Kalammedia.net, PARIGI – Prodi Pendidikan Profesi Ners Jurusan Keperawatan Poltekes Kementerian Kesehatan Palu Melaksanakan kegiatan Simulasi Penanganan Kegawatdaruratan Masyarakat Pesisir Pantai di lokasi Pos TNI AL Desa Lebo Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong. Kamis, (30/05/2024).

Koordinator Mata Kuliah Manajemen Kedaruratan Masyarakat Pantai Ismunandar melaporkan kegiatan ini dilaksanakan Mengingat Banyak kejadian penderita pertolongan pertama yang justru meninggal dunia atau mengalami kecacatan akibat kesalahan dalam memberikan pertolongan awal. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang kasus kegawatdaruratan.

“Di Indonesia Setiap jam setiap hari lebih dari 40 orang kehilangan nyawa mereka akibat tenggelam, seperti anak kecil tergelincir di kolam renang, remaja berenang di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan, penumpang kapal yang terbalik dan warga masyarakat yang di landa banjir,” Katannya.

“Penyebab tingginya angka kematian akibat tenggelam salah satunya adalah sistem pertolongan dan pengetahuan penanganan korban yang tidak tepat dan prinsip pertolongan awal yang tidak sesuai,” Jelasnya.

“Oleh Karena Itu, Kegiatan seperti ini menjadi langkah untuk membangun komunikasi dan koordinasi agar terbangun keterpaduan dalam menjalankan operasional kebijakan pada saat darurat,” tutur Ismunandar.

Mahasiswa yang ikut dalam kegiatan ini berjumlah 118 orang, terdiri dari mahasiswa yang Poltekes Palu dan Poltekes Poso, Poso Berjumlah 39 orang dan Palu 79 0rang, Kegiatan ini tidak hanya di ikuti oleh mahasiswa Prodi pendidikan profesi Ners dan Prodi sarjana terapan keperawatan tetapi juga didukung oleh beberapa instansi seperti, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Puskesmas Parigi, Polsek Parigi, TNI Danramil, Babinsa Desa Lebo, dan TNI AL.

Adapun harapan pembentukan sumber daya manusia yang dihasilkan dalam pelaksanaan pendampingan pengelola infrastruktur darurat ini, Pertama, memiliki pengetahuan dan konsistensi dalam pengelolaan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan pelaksanaan penanganan darurat, Kedua, mampu berkoordinasi dalam peran strategis untuk perumusan kebijakan, dan Ketiga Mahasiswa siap ketika ada terjadi bencana, Pungkasnya.

Penulis : Im ON/Kalammedia.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *