
PARIGI MOUTONG, KALAMMEDIA.NET — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengawal pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) berbarcode kepada kelompok tani melalui SPBU Kampal. Pengawalan ini dilakukan untuk memastikan BBM diterima petani yang berhak sesuai peruntukannya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas TPHP Parigi Moutong, Supriadin, mengatakan pengawalan tersebut dilakukan setelah pihak SPBU Kampal memberikan kewenangan kepada Dinas TPHP dan Dinas Perikanan untuk membantu mengawasi distribusi BBM kepada kelompok tani dan penerima yang berhak.
Supriadin menyampaikan hal itu saat ditemui media pada Selasa (13/10/2026), ketika melakukan pengawalan distribusi BBM berbarcode di SPBU Kampal.
Menurutnya, mekanisme tersebut merupakan upaya baru yang diterapkan pihak SPBU Kampal untuk memperbaiki proses distribusi BBM yang sebelumnya dinilai belum berjalan optimal.
“Dari 29 September sampai sekarang memang ada gejolak setelah formulasi ini berlaku. Namun, tujuan kebijakan ini baik, agar BBM yang disalurkan benar-benar sampai kepada petani,” ujar Supriadin.
Ia menjelaskan, sebelum mekanisme tersebut diterapkan, pengambilan dan pengantaran BBM kerap dilakukan oleh pihak yang mendapat kuasa dari kelompok tani. Namun, dalam pelaksanaannya, muncul keluhan karena BBM yang telah diambil tidak selalu sampai kepada petani yang seharusnya menerima.
Kondisi itu, kata dia, menjadi salah satu alasan perlunya pengawasan lebih ketat agar distribusi BBM berlangsung transparan dan tepat sasaran.
“Alhamdulillah, setelah pihak SPBU Kampal memberikan kewenangan kepada kami untuk mengawal pendistribusian, penyaluran sudah berjalan dengan baik dan petani merasa sangat terbantu,” katanya.
Supriadin menyebutkan, saat ini terdapat 86 kelompok tani di wilayah Parigi Selatan yang terdaftar dalam pendistribusian tersebut. Sementara itu, kuota yang disebut diberikan kepada SPBU Kampal sebanyak 80 galon per pasokan.
Dalam pelaksanaannya, Dinas TPHP bersama Satuan Tugas (Satgas) turut melakukan pengawasan untuk memastikan BBM sampai kepada kelompok tani penerima.
Ia berharap pola pengawalan yang diterapkan di SPBU Kampal dapat menjadi contoh bagi SPBU lain di Kabupaten Parigi Moutong, sehingga penyaluran BBM untuk mendukung kegiatan pertanian semakin efektif dan tepat sasaran.
“Kami berharap formulasi ini bisa diterapkan juga di SPBU lain di Parigi Moutong, agar pendistribusian BBM kepada kelompok tani semakin tepat sasaran,” tutupnya.






