
PARIGI MOUTONG, kalammedia.net – Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid menitipkan pesan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga anak dari ancaman peredaran narkoba. Menurutnya, upaya mencegah penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan orang tua, guru, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Abdul Sahid saat membacakan sambutan Bupati Parigi Moutong dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Wanita Islam Al-Khairaat (WIA) Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (17/9/2026).
Abdul Sahid mengatakan, persoalan narkoba menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya menyasar individu, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan sosial dan keamanan lingkungan.
“Atas nama Pemerintah Erwin-Sahid, saya menitipkan kepada masyarakat, jagalah anak-anak kita. Di 23 kecamatan, peredaran narkoba menjadi tantangan kita bersama,” katanya.
Ia menegaskan, menjaga keamanan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum. Peran keluarga dan lingkungan pendidikan juga diperlukan untuk melakukan pencegahan sejak dini.
Menurut Abdul Sahid, kondisi keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong secara bertahap menunjukkan perkembangan positif. Ia mengaku telah mengikuti berbagai kegiatan masyarakat di 23 kecamatan, termasuk kegiatan yang berlangsung pada malam hari.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan acara sampai malam hari. Ini merupakan tantangan berat bagi kita semua untuk terus menjaga keamanan,” ujarnya.
Karena itu, Abdul Sahid mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif. Ia juga menyampaikan adanya pembahasan bersama anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong mengenai pendekatan hukum dalam menangani persoalan narkoba.
Salah satu pendekatan yang disebut sedang dibahas adalah hukum adat. Namun, penerapannya masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut dan harus disesuaikan dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Selain persoalan narkoba, Abdul Sahid mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan tidak menjadikan perbedaan pandangan maupun pilihan sebagai alasan untuk saling menjauh.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyampaikan atau menyebarkan perkataan maupun informasi yang dapat memicu pertikaian.
“Kalau mau wilayah aman dan daerah aman, tidak usah saling menyambung kalimat yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Abdul Sahid mengajak masyarakat meneladani sikap Rasulullah dalam membangun hubungan sosial yang penuh kasih sayang, saling menghargai, dan menjaga persaudaraan.
“Dengan adanya Maulid Nabi ini, kita baku sayang, jangan saling adu domba. Ibu-ibu menjadi penyejuk hati,” katanya.
Ia berharap momentum Maulid tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.
Di akhir sambutannya, Abdul Sahid meminta dukungan dan doa masyarakat agar pemerintahan Erwin-Sahid dapat menjalankan amanah sesuai dengan visi dan misi yang telah disampaikan kepada masyarakat.





